Ceritaku hari ini

Dear diary....  
Hari ini aku mulai menulis lagi.  Terbangun dari lelapnya tidur karena sebuah keresahan hati yang menghinggapi. Sampai terpenjamnya bulan. Hahahhahaha....  Sepi,  hanya suara jangkrik dan lantunan musik 'runtuh' yg menemani.  Kemudian tersadar ini adalah waktu spesialku dengan tuhan.  Mandi dan mengambil wudhlu, lalu sholat.  Sesuai judul lagu yang kudengar. Inilah keadaanku saat ini.  Runtuh,,,  sangat-sangat runtuh.  Menyalahkan kondisi dan semua orang yang berada disekitarku.  Mengutuk apa yang sudah terjadi dan berusaha mengobati luka,,  bahkan sebenarnya aku sudah tahu siapa yang paling terluka. Orang yang paling aku sayangi yang selalu tersenyum dihadapanku seolah tak ada goresan luka yang menerpa tubuhnya.  Mungkin bukan tubuhnya,  melainkan hatinya.  Hari ini aku mengoyak luka itu.  Luka yang sudah membekas bahkan belum kering.  Terkadang aku berpikir terbuat dari apa hatimu.  Sampai luka yang aku anggap pedih seolah tak kau hiraukan rasa sakitnya.  Merenung.  Dosa apa yang sudah aku lakukan padamu tapi kau masih memperdulikanku.  Aku sampai takut aku nantinya tidak bisa sekuat dirimu.  Hahhaha...  Ini sebuah ironi yang harus dijalani dan aku sebagai saksinya.  Bahkan lelaki hebat yang menemaninya tak mampu memperlihatkan kehebatannya.  Kalian tahu sejak kecil aku menjadi saksi bisu perjuangannya dengan berbagai badai yang ia alami. aku sangat menyayanginya, namun sayangnya aku yang dasarnya tidak tahu terima kasih . seenak hatinya ingin mengambil apa yang dia punya, apa yang sudah ia pertahankan selama 9 bulan. yang ia jaga dalam rahimnya, dia tahan rasa sakitnya diantara hidup dan mati. hanya karena satu kata lelah. lelah melihat ketangguhannya, lelah melihat kesabarannya, lelah dengan perjuangannya. merasa mencoba untuk membantu melepas beban dipundaknya tapi malah menghilangkan kebahagian kecilnya. sayangnya kebahagiaannya sudah lupa siapa dirinya, apa dirinya dan sudah tak sanggup menjadi bebannya. entah karena terlalu besar rasa sayangnya atau memang dia adalah beban untuknya. meski demikian dia masih semangat dan masih bertahan dengan badainya saat ini. tahu gak sih.. dari tadi air mataku terus netes karena sosok luar biasa yang aku tulis ini. ya allah..,,, inikah rasa kecewa,, rasa bersalah, rasa marah, rasa lelah dari hidupku yang aku rasain.?? lalu bagiamna dengan rasa sakitnya?..  sesak.. bener-bener sesak banget. jujur aku gak tau gimana perasanan dia.. sepertinya lebih dari yang aku rasain. mungkin rasanya dia ingin tenggelam. berlari dari roda kehidupannya. mengikuti alur yang sudah diciptakan tuhan membawanya. Menerima keadaan yg diberikan tuhan. terima kasih karena sudah mengajariku arti berjuang dan arti kehidupannku. sesungguhnya masalah yang aku hadapi jauh lebih berat dari yang dia hadapi. terima kasih karena sudah menjadikanku pribadi yang tangguh, pribadi yang mandiri. terima kasih mama. aku menyayangimu. mungkin ini hanya tulisan. tapi semoga ini bermakna. ya allah jika ini belum ada akhirnya untuknya. tetaplah buatlah dia tersenyum dan merasa bahagia dengan hidupnya. buat dia merasa bahagia dihari tuanya. biarkan dia menangis disaat lelah maupun sakitnya. Perbolehkan dia mengeluh dengan keluh kesah kehidupannya. berikan dia ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. buat dia menikmati kehidupannya. udah jam 3 nih. ... ceritanya disambung besok lagi ya... buat kalian yang baca ini, sayangi orang yang ada disekitar kalian. buat mereka menikmati kebahagiaan kecil meski dengan keberadaan kalian saja. fighting 😍😍